Journal of Life

Efisiensi Konversi Energi

December 13th, 2007 Yugi

Catatan : Lama tulisan ini saya posting dalam sebuah milis beberapa tahun yang lalu, dahulu ceritanya ada seseorang yang berharap akan adanya sumber energy yang memiliki efisiensi > 1, Lalu secara spontan saya jawab tidak mungkin! dan melanggar sunnah kauniyah, seseorang lain menganggap jawaban spontan saya itu sebagai hal yang terlalu berani dan jauh dari nilai-nilai thawadu

Maka saat itu saya mencoba menjelaskan nya melalui tulisan yang berjudul Efisiensi Konversi Energi ini . Mempertimbangkan juga karena aktualnya permaslahan ini setelah ramai didiskusikannya tentang Blue Energy yang menghebohkan itu, maka saya tampil ulang kan di blog ini dengan beberapa pengeditan yang disesuaikan dengan bahasa blog. Selamat Membaca!

Saya mencoba berbagi sedikit untuk merefresh ingatan kita semua ttg termodinamika. Begini penuturan saya ya.. Semoga dari sini memang benar-benar bisa dicarikan peluang proses dengan effiensi diatas 1.

Salah satu cabang dari sains dan ilmu rekayasa yang cukup intensif mengkaji masalah konversi energy ini adalah Thermodinamika. Yang dari kajian rekayasa ini dilahirkan sebuah besaran “efisiensi” terutama ketika mengagas proses perubahan dari sebuah bentuk energi ke bentuk energi yg lain. Ilmu ini kemudian sangat bermanfaat dalam dunia rekayasa, terutama bagi kehidupan kemanusiaan.

Selengkapnya

Menggambarkanmu

December 13th, 2007 Ibu

punya sikap,
seperti yang selalu kau lakukan
do not overtaken by events
kadang aku keder dengan pendirianmu
tapi aku sangat menghormatimu

sederhana,
gampang makannya
tidur dimana saja
kasur keras dan bantal keras

Selengkapnya

Sains Empirik, dan Budaya Pembuktian

December 13th, 2007 Yugi

Catatan : Tulisan ini ditulis sebagai komentar atas tulisan Priyadi tentang Hukum Kekekalan Energi

——

Sejak manusia ditakdirkan untuk hidup di alam materi, sejak itu pula lah misteri akan materi (dan energi) menyelimuti rasa penasaran manusia.

Sebelum era sains empirik, manusia mempersepsikan alam semesta (baca: materi) dengan berbagai cara, dari mulai cara tahayul yang sulit dipertanggungjawabkan hingga melalui penalaran (filsafat) yang mulai mencoba mengurai unsur-unsur yang membangun semesta.

Pada era ilmuwan muslim, klaim-klaim kebenaran tentang semesta mulai dipertanyakan kebenarannya dan dituntut buktinya, hingga sesuatu klaim/teori/hipotesis dapat divalidasi sebagai “benar” setelah terbukti secara empiris. Sejak ini pula lah sains empirik materialistik mulai menemukan prospeknya.

Selengkapnya

Tawa Mutiara

December 5th, 2007 Yugi

Assalamu’alaykum Mbak Nana,

Ingin sekali Abah melipat jarak 125 Km diantara kita untuk memandang dan menggendongmu setiap hari nya, apa daya Abah harus di Jakarta di hari kerja, dan Mbak Nana bersama Ibu di Bandung.. Di penghujung pekan saja kita berjumpa dari jum’at (larut malam) s.d Senin dini hari saat tatapan terakhir Abah melihat mu yang sedang tertidur pulas menggemaskan. Itu lebih sudah lumayan Mbak, di 3 bulan pertama kehadiran mu di alam dunia, abah hanya sempat menjengukmu 3 kali saja di Batu, 5 hari pertama kelahiranmu, 3 hari kedua disaat Mbak Nana berusia sebulan, dan Disaat usiamu 3 bulan, saat Abah memboyong Mbak Nana dan Ibu ke Bandung.

Selengkapnya