Journal of Life

Tawa Mutiara

Assalamu’alaykum Mbak Nana,

Ingin sekali Abah melipat jarak 125 Km diantara kita untuk memandang dan menggendongmu setiap hari nya, apa daya Abah harus di Jakarta di hari kerja, dan Mbak Nana bersama Ibu di Bandung.. Di penghujung pekan saja kita berjumpa dari jum’at (larut malam) s.d Senin dini hari saat tatapan terakhir Abah melihat mu yang sedang tertidur pulas menggemaskan. Itu lebih sudah lumayan Mbak, di 3 bulan pertama kehadiran mu di alam dunia, abah hanya sempat menjengukmu 3 kali saja di Batu, 5 hari pertama kelahiranmu, 3 hari kedua disaat Mbak Nana berusia sebulan, dan Disaat usiamu 3 bulan, saat Abah memboyong Mbak Nana dan Ibu ke Bandung.

Sejak menemani persalinanmu, Abah jadi teringat Mbak Nana terus, teringat Ibu juga yang bersusah payah melahirkanmu hingga bukaan terakhir, dan kau tak kunjung keluar sampai jalan terakhir sectio di tempuh, abah menunggu persalinanmu saat itu sambil menangis, kelelakian Abah tidak cukup mempan untuk menahan air mata ini melihat betapa payahnya ibumu saat itu.

Seperti perjumpaan Abah dengan Ibu, Abah harus juga jarang-jarang melihat Mbak Nana, kemewahan perjumpaan yang dimiliki keluarga lainnya belum sempat kita miliki Mbak, untuk sejumlah Alasan yang semoga saja makin mendekatkan kita semua dengan Allah Ta’ala. Tercatat bersama ibu, Abah hanya pernah melewatkan kebersamaan secara intens tidak lebih dari 20 hari, ketika itu Abah dan Ibu sama-sama kost di Jakarta, sisanya.. long distance family :) , sungguh berat sih, baik buat Abah dan Buat Ibu. Tapi semoga kita bisa benar menikmati perjumpaan abadi yang membahagiakan ya :)

Sekarang lebih lagi, jauh disana ada Ibu dan Mbak Nana, hati Abah makin tersayat kala menemukan pagi, sementara kalian tidak disamping Abah.. Ibu Selalu menghibur Abah dengan mengupdate keadaan Mbak Nana sehari-hari, termasuk foto-foto dan yang terakhir adalah suara Mbak Nana melalui rekaman file WAV. Walaupun tidak secara langsung, apa yang dilakukan Ibu itu betul-betul menyejukan dahaga kerinduan Abah terhadap Mbak Nana..

Ini Abah taruh di postingan ini.. Ada suara tawa Mbak Nana yang lucu, ada pula kumpulan foto-foto Mbak Nana

  • Tawa Mbak Nana

Baca Juga

2 Responses to “Tawa Mutiara”

  1. 1
    mba nana Says:

    abaaahhhhhhhh i miss u (belajar bhs englais ini mba :D )

  2. 2
    dini&dedi Says:

    subhanallaah…, ikutan nangis pas bacanya :) pasti ditulis dgn sepenuh ruh dan hati ya Kang ? thanks for share the art of wonderful friendship between parents and their childs…,

Leave a Reply