April 15th, 2009 Yugi
Kutatap saja kosong-kosong
Buku itu, kertas itu
Terserak saja
Biarkan..
Manusia lalu lalang disekelilingku
Dia datang, dia pergi
Berwarna warni disini
Kutatap saja kosong-kosong
Wahai mentari yang menyapa mereka setiap hari
Kenapa kau sapa aku 2 kali sahaja
Diakhir terik kita berpisah
Mengarungi kencangnya angin, merontokkan dedaun coklat
Berlari menerjang suramnya beku
Berjalan melenggang diantara pasangan baru
Saat cinta bersemi, bersama tulip-tulip yang tak pernah mekar
Wahai mentari yang menyapaku hari ini..
Antarkan aku Pada Tanahku
Pada Airku
Pada Cintaku
Yang menanti dengan empati
Wahai mentari yang menghangatkanku pagi ini..
Antarkan aku segera
Pada panas dan hujan saja
Panas yang menghangatkan
Hujan yang menyuburkan
Pada dua buah hatiku
iugee, Delft, 150409
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | 1 Comment »
March 23rd, 2009 Yugi
Tuhanku,
Kuingin Kau tahu
Bahwa hatiku untukMu
Syahdu..
iugee, Delft, 230309
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
December 13th, 2007 Ibu
punya sikap,
seperti yang selalu kau lakukan
do not overtaken by events
kadang aku keder dengan pendirianmu
tapi aku sangat menghormatimu
sederhana,
gampang makannya
tidur dimana saja
kasur keras dan bantal keras
Selengkapnya
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
December 5th, 2005 Yugi
Hatiku gemetar lagi,
Pada suara yang tak pernah kudengar
Bahkan hanya sekali
Saat alfabet hitam ternyata bicara lebih keras
Mengurai makna
Mengabarkan keadaan dunia
Selengkapnya
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
May 2nd, 2005 Yugi
Sejenak ku terpaku..
Pada senyum yang menentramkan
Pada do’a yang menggetarkan
~iugee~
jakarta
020505
in the middle of sleep
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
May 2nd, 2005 Yugi
Ini kisah tentang kawan,
Yang penuh pengertian
Dan aku,
Makhluk aneh
dengan
obsesi aneh
dengan
komitmen aneh
Selengkapnya
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
November 6th, 2004 Yugi
Apa arti sebuah Sabuk bagi pemakainya??
Bagi sang juara tinju meski tidak memakainya sehari2, karena besar, berat, dan tidak layak pakai
Sabuk menyiratkan kebanggaan, lambang dari prestasi yang diraihnya..
Di ibukota sana, Sebagian anak2 sekolah menengah memperbesar kepala sabuk agar bisa melukai sesamanya di saat pulang sekolah, Dalam kebiadaban tawuran.. Potret sebuah kaum yang hajatnya akan akhlakul karimah nan tegak di atas aqidah yang salim sudah tak tertahankan lagi.
Selengkapnya
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »