September 24th, 2004 Yugi
Teteh,
Perhaps this is your last birthday spent with me.
Rencana yang tertunda pun dipintal kembali
Sampai tiba masa nya nanti seorang lelaki harus menjabat tangan bapak.
Rasanya baru kemarin,
Saat itu raut cemburumu kerap kali menakutiku,
Karena kau fikir bapak dan ibu pilih kasih,
dulu..
Hihihi.. lucu..
Selengkapnya
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
September 22nd, 2004 Yugi
Rinduku tak pula beranjak
Meski waktu terus mengalir
Pun tak pula pudar
Meski bumi makin tua
Teringat kisah perjalanan
Berdua kita
Meski sejatinya
Kita tak menapak jalan yang sama
Entah kini
Berjarak setengah dunia
Tanpa kabar berita
Kau tetap sebuah warna
Menghias lembar kenangan
Terkenang cita-citamu
Yang pernah membuatku tersentak
Ada sejentik bahagia kala itu
Adakah kau tahu ?
Mungkin kau tahu rasa yang lain
Kukirim bersama kado ulang tahunmu
Anganku mengharap
Tak hanya bayangmu temani aku
Mungkin kelak sebuah persimpangan
Menjadi tempat jumpa kita
Kuharap bukan jumpa yang fana
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
September 10th, 2004 Yugi
Ledakan itu terdengar lagi..
Tepat setelah kenaifan bertemu kelicikan
Memecah kesunyian
Merobek selimut kedamaian
Ledakan itu terdengar lagi..
Tepat setelah si dungu padu dengan si jahat
Menghancurkan harapan
Menghancurkan Impian
Ledakan itu terdengar lagi..
Ketika amarah bersenggama dengan syahwat
Menebar fitnah
Menuai fitnah
Ledakan itu terdengar lagi..
diikuti derai tangis,
jeritan panik,
Gemanya masih tersisa
disusul kata ‘mengapa?’
ribuan tatapan tak mengerti
Ledakan itu masih terdengar..
Setahun sekali
Menghentakkan hati
Membunuh manusia tak mengerti
Sesaat setelah kebiadaban tertunaikan
Ya Rahman Ya Rahiiim,
Ampuni kami
Berikan negeri kami damai yang nyata..
~iugee~
“Untuk para korban bom kuningan, Hanya do’a yang kulantunkan.. hiks..”
Surabaya
100904
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
March 24th, 2004 Yugi
tampak semua kisah di balik punggung
pada kaca spion cembung
tangisannya cengeng
senyumannya lepas
loncatannya riang
komentar nan tulus
akal nakal menerawang…
ah,
ingin rasanya menekan tombol “pause”
klik!!
semua hiruk pikuk terhenti
sebentaaaar saja
karena dunia kurcaci sungguh riang…
besar dalam permainan peri dan bidadari
melempari dengan setangkai cinta
dengan lemparan yang kadang tersamar
sekarang kurcaci jadi raksasa
karena rajin sarapan
ha..ha..ha..
sang raksasa masih ingin bermain dengan peri-peri
tapi badannya terlalu besar untuk bisa berlari kucing-kucingan
terlalu bongsor untuk bisa melompat selincah kurcaci
ketulusan yg terucap, makin melesakkannya di lembah kemunafikan
karena sel-selnya terus membesar
tubuhnya makin meninggi
menjawab sang kala yg seharusnya bukan lagi milik raksasa
tapi matanya belum berganti
masih dengan mata kurcaci..
masih dengan pupil kecil bergerak ke kanan dan kiri
masih berair..
semoga saja airnya tetep tulus..
karena berasal dari mata kurcaci
karena masih menatap spion
tuk rasakan hawa kejujuran
dalam kemesraan balita
sedikit lebih lama..
lebiiiih lama…
sebelum spion patah
oleh tamparan realitas
kedewasaan yg membangunkan
~iugee~
“untuk para sahabat nan merajuk”
220304
dibawah gelap malam surabaya..
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
February 17th, 2004 Yugi
gerimis menderas
jaket basah ku kibas-kibas
mengapa antrian begitu panjang?
padahal ku harus segera datang
rutinitas yg tak lama lagi kan hilang
aku datang..
7 orang kulihat membelakang
menanti dengan tenang
kubahas semua dengan lantang
tanggapan beragam menantang
aku pulang..
tinggalkan halaman yg 4 tahun membesarkan
ku menangis
tapi lagi-lagi..
airmataku kering hari ini..
~iugee~
“perpisahan di usia 23″
170204
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »
January 8th, 2004 Yugi
aku mencintai ibuku
yang telah melahirkanku dalam payah
karena kumasih ingin melihat senyumnya padaku di syurga,
ku ingin kau selalu menemaninya
akupun mencintai ibumu
yang telah melahirkanmu dalam payah
karena kumasih ingin melihat senyumnya padamu disyurga,
bantu aku tuk slalu menemaninya
untuk wanita masa depanku,
aku mengagumi bapakku
karena perjuangannya untukku
dan karena perjuangan bapakmu
ke-shalihat-an mu kan menghangatkan ku.
maka, bantu aku tuk melantunkan doa bagi para pejuang itu
perlu kau tau..
aku juga mencintai kakakku..
karena cintanya setia bermain denganku hingga dewasa
kelak kau kan saling berbagi dengannya
dan karena cinta mereka mengiringimu hingga mendatangiku..
akrabkan aku pada saudaramu
aku mencintai manusia dan kemanusiaan
suntikkan cintamu padaku untuk mereka
aku mencintai Allah
sayangnya..
aku terlalu lemah untuk mendapatkan balasannya
dan kaulah yang membuatku kuat
kau yang bangunkan aku disaat aku dan manusia lainnya ingin sekali lelap
kau yang membisikkan kalimat-kalimat suci kedalam dadaku
kalimat yang kau rekam banyak-banyak
kalimat yang merangsang adrenalinku tuk menggapai syurga
dan menakuti bulu kuduk dengan cerita neraka
ya..
kau membisikkannya dengan lantunan yang menentramkanku
menggetarkan kalbuku dengan getaran yang indah
dan pekikkannya kan menohok jantungku
saat genderang perang telah tertabuh
padahal aku masih ingin bersamamu
untuk wanita ku,
akan kah kau mendatangiku?
padahal aku belum sepenuhnya mencintai diriku
ketahuilah
aku sungguh mencintaimu
jika kau benar kan datang
nanti!
~iugee~
‘sepekan tuntaskan konseptualisasi’
080104
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | 2 Comments »
January 5th, 2004 Yugi
Ku hanya terjatuh
Tolong tarik tangan ku..
Eh..
Benar kan?
Aku tidak lumpuh?
~iugee~
“kunyatakan aku tidak lumpuh” ???
050104
Posted in Bahasa Indonesia, Sejutarasa (ID) | No Comments »